Labels

Followers

Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Juli 2011

Kisah Teladan Salahuddin Al-Ayyubi | Pemimpin Yang Bijaksana


Salahuddin Al-Ayyubi atau Saladin atau Salah ad-Din yang mempunyai nama asli Yusuf bin Najmuddin dijuluki sebagai kesatria padang pasir terlahir dari keluarga Kurdish di kota Tikrit (140km barat laut kota Baghdad) dekat sungai Tigris pada tahun 1137M. Ia dipandang sebagai kesatria sejati baik oleh lawan maupun kawan karena soal kepiawaiannya dalam taktik pertempuran dan tentang kesalehan dan kemuliaan hatinya.. Keberanian dan kepahlawanannya tercatat sejarah di kancah perang salib.
Gambar Kesatria Padang Pasir Salahuddin Al-Ayyubi
 Gambar Kesatria Padang Pasir Salahuddin Al-Ayyubi
Sebagian besar kisah Salahuddin Al-Ayyubi yang tersebar baik di Barat maupun di Timur dari sejarah Perang Salib yang panjang di abad ke-12 itu  adalah cerita tentang seorang yang pemberani dalam pertempuran, yang sebenarnya tak ingin menumpahkan darah. Dimana ketika Salahuddin Al-Ayyubi ingin merebut kembali Jerusalem di musim panas 1187. Tapi menjelang serbuan, ia memberi kesempatan penguasa Kristen kota itu untuk menyiapkan diri agar mereka bisa melawan pasukannya dengan terhormat. Dan setelah pasukan Kristen sudah siap dengan segala persenjatan dan pertahanan barulah Salahuddin Al-Ayyubi memerintahkan untuk berperang tapi akhirnya pasukan Kristenpun kalah juga. Kemudian setelah peperangan dimenangkan oleh pasukan Muslim dan banyak tawanan perang yang berhasil ditangkap tapi yang dilakukan Salahuddin Al-Ayyubi terhadap tawanan perang dan penduduk Nasrani bukanlah menjadikan mereka budak-budak. Salahuddin Al-Ayyubi malah membebaskan sebagian besar mereka, tanpa dendam, meskipun dulu, di tahun 1099, ketika pasukan Perang Salib dari Eropa merebut Jerusalem, 70 ribu orang muslim kota itu dibantai dan sisa-sisa orang Yahudi digiring ke sinagog untuk dibakar.

Banyak kisah-kisah unik dan menarik tentang Shalahuddin al-Ayyubi yang layak dijadikan teladan, terutama sikap kesatria dan kemuliaan hatinya.
Kita tahu, bagaimana pemimpin pasukan Islam ini bersikap baik kepada Raja Richard berhati Singa yang datang dari Inggris untuk menghancurkan pasukan muslim. Tapi Ketika raja Richard sakit dalam pertempuran, Salahuddin Al-Ayyubi malah mengiriminya buah pir yang segar dingin dalam salju, dan juga seorang dokter. Lalu raja Richard pun tersentuh dan bersedia melakukan perdamaian yang ditandatangani pada 1 September 1192, dan pesta pun diadakan dengan berbagai pertandingan, dan orang Eropa takjub bagaimana agama Islam bisa melahirkan orang sebaik itu.

Salahuddin Al-Ayyubi sebenarnya tidak ingin ada pertumpahan darah atau peperangan karena dia pernah berpesan menjelang wafat kepada anaknya Az-Zahir : �Jangan Tumpahkan Darah, Sebab Darah yang Terpercik Tak Akan Pernah Tertidur."

Kita sekarang juga mungkin takjub bagaimana masa lalu bisa melahirkan orang sebaik itu. Terutama ketika orang hanya mencoba menghidupkan kembali apa yang gagah berani dari abad ke- 12 tapi meredam apa yang sabar dan damai dari sebuah zaman yang penuh peperangan. Bahkan ketika Salahuddin Al-Ayyubi wafat dan rakyat membuka peti hartanya ternyata hartanya tak cukup untuk biaya pemakamannya, karena hartanya banyak ia berikan kepada rakyatnya yang membutuhkan.

�Ada orang yang baginya uang dan debu sama saja.�

Itulah kata-kata sebagai bukti Kezuhudan dan kesahajaan dari seorang Salahuddin Al-Ayyubi. Mungkin kata-kata mutiara inilah yang harus dipegang oleh para penguasa sekarang ini dan Kepemimpinan seperti Salahuddin Al-Ayyubi yang kita harapkan muncul dizaman millennium yang serba ambradul seperti ini, walaupun itu sebuah pengharapan yang hampir mustahil terwujud, tapi kita tetap berharap saja ada Salahuddin � Salahuddin baru yang akan memimpin dengan sebuah kebijaksanaan yang luar biasa. Kisah Kepemimpinan dan ke Suri Tauladannya masih tetap dikenang banyak orang tak terkecuali orang-orang barat baik itu melalui puisi, novel dan sebuah saksi sejarah.
Continue Reading »

Sabtu, 07 Mei 2011

Kisah Teladan Kedermawanan Aisyah r.ha.

Banyak dikisahkan dalam sejarah tentang sifat kedermawanan, kezuhudan dan keshalihan istri Rasulullah saw. yaitu Aisyah r.ha. Mudah-mudah kisah teladan ini menjadi pelajaran berharga buat kita semua..


Dikisahkan bahwa para sahabat r.hum. seperti Muawiyyah r.a., Abdullah bin Zubair r.a. dan yang lainnya sering memberi hadiah kepada Aisyah r.ha. Karena pada masa itu banyak terjadi kemenangan islam, sehingga di rumah para sahabat r.hum. berceceran uang bagaikan biji-bijian. Meskipun demikian Aisyah r.ha. menjalani kehidupannya dengan sangat sederhana.

Pada suatu hari, Aisyah r.ha. dihadiahi dua karung penuh dengan uang dirham. Keduanya berisi sekitar 100.000 dirham. Kemudian Aisyah r.ha. meminta beberapa kantung kecil dan mengisinya dengan dirham tersebut. Lalu ia membagi-bagikannya dari pagi hingga sore hari hingga tidak tersisa sedikitpun. Padahal pada hari itu Aisyah r.ha. sedang berpuasa. Kemudian pada saat berbuka, ia berkata kepada pelayannya, “hidangkanlah makanan untuk berbuka.” Pelayannya menghidangkan sekerat roti dan minyak zaitun, lalu berkata, “alangkah baiknya seandainya kita bisa menyisihkan satu dirham untuk membeli daging, sehingga hari ini kita berbuka puasa dengan daging.” Aisyah r.ha. berkata, “mengapa tidak engkau katakan sebelumnya? tentu aku dapat memberimu.” [Tadzkirah]

Urwah r.a. berkata, “Pada suatu hari, kulihat Aisyah menyedekahkan uang 70.000 dirham, sedang pakaiannya sendiri bertambal-tambal.” [Thabaqat]

Itulah contoh para wanita shaleh terdahulu yang mencintai kehidupan akhirat melebihi kecintaan kepada dunia yang fana ini. Kadang umi malu melihat keadaan diri ini yang telah banyak melupakan amal shaleh dan terlalu mencintai dunia sehingga sulit untuk menyedekahkan harta di jalan Allah swt. Semoga Allah swt. memberi kita taufiq untuk dapat beramal shaleh..
Continue Reading »

Sabtu, 30 April 2011

5 Alasan Utama Perempuan Menangis

Alasan utama perempuan menangis dapat disebabkan berbagai hal yang terjadi dalam hidupnya, berikut ini akan dikategorikan menurut usia.


Berdasarkan poling yang dilakukan oleh TheBabyWebsite maka terdapat 5 alasan utama perempuan menangis sesuai dengan umur masing-masing :
  • Usia 0-1 Tahun: Lapar, lelah, tidak nyaman, sakit, suatu bentuk komunikasi dengan ibunya
  • Usia 1-3 Tahun: Melukai diri sendiri, lelah, terjatuh, menginginkan sesuatu, dibilang nakal oleh orang tuanya
  • Usia 4-12 Tahun: Berantem dengan teman, dibilang nakal, melukai diri sendiri, sakit, lelah
  • Usia 13-18 Tahun: Masalah hormon, berdebat denagn teman, merasa dicampakkan, dilecehkan, merasa kurang ideal
  • Usia 19-25 Tahun: Menonton film sedih, dicampakkan, kehilangan orang tersayang, memiliki anak, diambangkan hubungannya
  • Usia 26 Tahun ke atas: Gagal dengan pasangan, kehilangan orang yang dikasihi, menonton film sedih, kecapaian, mendengar kabar buruk.
Continue Reading »

Senin, 21 Februari 2011

Menuju Kebahagiaan Sebenarnya

Menuju kebahagiaan sebenarnya adalah suatu perjalanan yang tiada henti dalam kehidupan ini. Kita tidak akan bisa mencapainya tanpa petunjuk-Nya.


Sungguh nafas kehidupan ini akan berakhir, dan kebagiaan tidak kunjung datang kecuali orang yang mendekat kepada Allah yang memelihara semua makhluk dan menguasai semua urusan dunia dan akhirat.

Manusia ini bersifat lemah, jangankan memberikan kemanfaatan untuk orang lain memberikan kemanfaatan untuk dirinyapun tidak berdaya. Kita harus sadar bahwa tubuh ini bukan kita yang ciptakan, ruh ini bukan kita yang memilki, semua kebendaan ini bukan kita yang mengatur semuanya tunduk kepada aturan Allah swt.

Kadang umi abi berfikir tentang makna hidup yang sebenarnya. Dan sungguh hidup ini tidak lain hanyalah perjalanan sesa'at guna mencari bekal untuk kehidupan yang panjang diakhirat. Kadang kesibukan duniawi kita telah melupakan hakikat hidup ini, kita terlena dengan banyaknya permainan yang melalaikan dan kemanisan hidup yang melupakan. Ah... sungguh bodohnya diri ini yang tidak mencari bekal untuk kehidupan akhirat yang pasti aku masuk kedalamnya.
Continue Reading »

Senin, 31 Mei 2010

KISAH TELADAN KITA RASULULLAH MUHAMMAD SAW


Kalau ada pakaian yang koyak,
Rasulullah menambalnya sendiri tanpa perlu menyuruh isterinya.

Beliau juga memerah susu kambing
untuk keperluan  keluarga maupun untuk dijual.

Setiap kali pulang ke rumah,
bila dilihat tiada makanan yang sudah siap di masak untuk dimakan,
sambil tersenyum baginda menyingsing lengan bajunya
untuk membantu isterinya di dapur.

Sayidatina 'Aisyah menceritakan:
�Kalau Nabi berada di rumah,
beliau selalu membantu urusan rumahtangga.

Jika mendengar azan,
beliau cepat-cepat berangkat ke masjid,
dan cepat-cepat pulang kembali sesudah selesai sembahyang."

Pernah baginda pulang pada waktu pagi.
Tentulah baginda amat lapar waktu itu.
 Tetapi dilihatnya tiada apa pun yang ada untuk sarapan.
Yang mentah pun tidak ada karena Sayidatina 'Aisyah belum ke pasar. Maka Nabi bertanya,
 "Belum ada sarapan ya Khumaira?"
(Khumaira adalah panggilan mesra untuk Sayidatina 'Aisyah yang berarti 'Wahai yang kemerah-merahan')

Aisyah menjawab dengan agak serba salah,
"Belum ada apa-apa wahai Rasulullah." 
Rasulullah lantas berkata,
�Kalau begitu aku puasa saja hari ini."
tanpa sedikit tergambar rasa kesal di wajahnya.

Pernah baginda bersabda,
"sebaik-baik lelaki adalah yang paling baik dan lemah lembut terhadap isterinya." 

Prihatin, sabar dan tawadhuknya baginda sebagai kepala keluarga.

Pada suatu ketika baginda menjadi imam solat. Dilihat oleh para sahabat, pergerakan baginda antara satu rukun ke satu rukun yang lain amat sukar sekali. Dan mereka mendengar bunyi menggerutup seolah-olah sendi-sendi pada tubuh baginda yang mulia itu bergeser antara satu sama lain.
Sayidina Umar yang tidak tahan melihat keadaan baginda itu
langsung bertanya setelah selesai bersembahyang :


"Ya Rasulullah, kami melihat seolah-olah tuan menanggung penderitaan yang amat berat, tuan sakitkah ya Rasulullah?"
"Tidak, ya Umar. Alhamdulillah, aku sehat dan segar"
"Ya Rasulullah... mengapa setiap kali tuan menggerakkan tubuh,
kami mendengar seolah-olah sendi bergesekan di tubuh tuan?
Kami yakin engkau sedang sakit..."
desak Umar penuh cemas.

Akhirnya Rasulullah mengangkat jubahnya.
Para sahabat amat terkejut. Perut baginda yang kempis, kelihatan dililiti sehelai kain yang berisi batu kerikil, buat menahan rasa lapar. Batu-batu kecil itulah yang menimbulkan bunyi-bunyi halus setiap kali bergeraknya tubuh baginda.

"Ya Rasulullah! Adakah bila tuan menyatakan lapar dan tidak punya makanan, kami tidak akan mendapatkannya buat tuan?" 

Lalu baginda menjawab dengan lembut,
�Tidak para sahabatku. Aku tahu, apa pun akan engkau korbankan demi Rasulmu. Tetapi apakah akan aku jawab di hadapan ALLAH nanti, apabila aku sebagai pemimpin, menjadi beban kepada umatnya?" "Biarlah kelaparan ini sebagai hadiah ALLAH buatku, agar umatku kelak tidak ada yang kelaparan di dunia ini lebih-lebih lagi tiada yang kelaparan di Akhirat kelak."

Baginda pernah tanpa rasa canggung sedikitpun makan di sebelah seorang tua yang penuh kudis, miskin dan kotor.

Hanya diam dan bersabar bila kain rida'nya direntap dengan kasar oleh seorang Arab Badwi hingga berbekas merah di lehernya.

Dan dengan penuh rasa kehambaan baginda membasuh tempat
yang dikencingi si Badwi di dalam masjid sebelum menegur dengan lembut perbuatan itu.

Kecintaannya yang tinggi terhadap ALLAH swt dan rasa kehambaan dalam diri Rasulullah saw menolak sama sekali rasa ketuanan.

Seolah-olah anugerah kemuliaan dari ALLAH tidak dijadikan sebab untuk merasa lebih dari yang lain, ketika di depan umum maupun dalam keseorangan.

Ketika pintu Syurga telah terbuka,
seluas-luasnya untuk baginda,
baginda masih berdiri di waktu-waktu sepi malam hari,
 terus-menerus beribadah,
hingga pernah baginda terjatuh,
lantaran kakinya sudah bengkak-bengkak.
Fisiknya sudah tidak mampu menanggung
kemahuan jiwanya yang tinggi.

Bila ditanya oleh Sayidatina 'Aisyah,
"Ya Rasulullah, bukankah engkau telah dijamin Syurga? Mengapa engkau masih bersusah payah begini?"

Jawab baginda dengan lunak,
"Ya 'Aisyah, bukankah aku ini hanyalah seorang hamba? Sesungguhnya aku ingin menjadi hamba-Nya yang bersyukur."

Rasulullah s. a. w. bersabda,
Continue Reading »

Senin, 22 Maret 2010

KISAH ABDULLAH BIN UMAR DAN PENGGEMBALA DOMBA


Suatu hari,Abdullah bin Umar r.a. pergi ke Mekah. Waktu ia beristirahat di tengah perjalanan, datanglah seorang penggembala domba dengan piaraannya. Ibnu Umar berkata,

�Wahai Penggembala, saya mau membeli satu domba dari domba-domba yang engkau pelihara?�
�Saya hanyalah hamba sahaya yang tidak punya hak untuk menjual domba-domba ini. �Jawab penggembala.
�Katakan saja kepda tuanmu bahwa salah satu dombanya dimakan binatang buas. �Abdullah bin Umar r.a.memberi solusi.
Lalu Penggembala itu menjawab �Ya tuanku memang tidak tahu kalau saya berbohong, tetapi Bukankah ada ALLAH yang mengetahui segalanya?�

Mendengar perkataan penggembala tersebut Abdullah bin Umar r.a. meneteskan air mata. Keesokan harinya ia pergi ke tuan pemilik domba dengan maksud untuk memerdekakan penggembala itu. Tidak cuma itu, ia juga membeli domba-domba yang ada dan dihadiahkanlah domba-domba itu kepada si penggembala.

Barangsiapa meninggalkan keharaman karena Allah, maka Allah akan menggantikannya dengan yang halal. Penggembala tersebut tidak mau menjual satu domba karena takut kepada Allah, namun akhirnya ia mendapatkan ganti domba dengan jumlah yang lebih banyak dan halal.


Lihat artikel yang terkait :
KISAH-KISAH KEPAHLAWANAN PARA SAHABAT NABI MUHAMMAD SAW

Continue Reading »

KISAH RASULULLAH S.A.W. DAN PENGEMIS YAHUDI BUTA


Di sudut pasar Madinah Al-Munawarah seorang pengemis Yahudi buta hari demi hari apabila ada orang yang mendekatinya ia selalu berkata "Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya".

Setiap pagi Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawa makanan, dan tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Rasulullah SAW melakukannya hingga menjelang Beliau Rasulullah SAW wafat.

Setelah kewafatan Rasulullah tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu.

Suatu hari Abubakar r.a berkunjung ke rumah anaknya Aisyah r.ha. Beliau bertanya kepada anaknya,
"anakku adakah sunnah kekasihku yang belum aku kerjakan", Aisyah r.ha menjawab pertanyaan ayahnya,
 "Wahai ayah engkau adalah seorang ahli sunnah hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah
lakukan kecuali satu sunnah saja". "Apakah Itu?", tanya Abubakar r.a.

 Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana", kata Aisyah r.ha.

Ke esokan harinya Abubakar r.a. pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis itu. Abubakar r.a mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepada nya.
Ketika
Abubakar r.a. mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak, "siapakah kamu ?". Abubakar r.a
 menjawab, "aku orang yang biasa". "Bukan !, engkau bukan orang yang biasa mendatangiku",
jawab si pengemis buta itu.

Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah.
Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut dengan mulutnya setelah itu ia berikan pada ku dengan mulutnya sendiri", pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abubakar r.a. tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, aku memang bukan orang yang biasa datang pada mu, aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW.

Setelah pengemis itu mendengar cerita Abubakar r.a. ia pun menangis dan kemudian berkata, benarkah demikian?, selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia.... Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat dihadapan Abubakar r.a.

Lihat artikel yang terkait :
KEUTAMAAN SHOLAT DHUHA

Continue Reading »

Minggu, 27 Desember 2009

KISAH-KISAH KEPAHLAWANAN PARA SAHABAT NABI MUHAMMAD SAW

Assalamualaaikum wr wb alhamdulillah segala puji bagi Allah SWT yang masih memberi kita nikmat sampai saat ini. Dan tidak lupa kita selalu hanturkan shalawat kepada nabi kita, rasul kita, suri tauladan kita, idola kita, dialah baginda Muhammad SAW .
Mereka memang generasi-generasi terbaik kata ALLAH yaitu mereka para sahabat rasul yang mendampingi rasul dalam keadaan duka maupun suka...

Dimulai dari Abu bakar ra. Ketika dia dan rasulullah dikejar oleh musuh waktu akan melaksanakan hijrah kemadinah dan sehingga mereka bersembunyi di gua tsur,,yang pada akhirnya Rasulullah dan Abu bakar ra diselamatkan oleh Allah dari kejaran musuh tsb. Sesaat setelah itu karena Rasulullah begitu kelelahan karna pengejaran musuh tadi membuatnya tertidur di pangkuan Abu bakar ra, setelah beberapa lama..tiba2 kaki Abu bakar tersengat oleh kalajengking..yang membuat Abu bakar begitu kesakitan tetapi karna Rasullullah sedang tidur dipangkuannya maka abu bakarpun tidak bergerak sedikitpun,,walaupun harus menahan rasa sakit akibat dari gigitan kalajengking tadi,,bahkan waktu itu Abu bakar sampai mengeluarkan air mata demi menahan rasa sakitnya...tapi dia tidak akan bergeming sedikitpun karena ia takut rasul akan terbangun dari tidurnya,,,Subhanallah..

Yang kedua adalah Talhah bin ubaidillah yang pada saat ketika kaum muslimin terdesak dalam perang uhud dimana rasulullah pada saat itu ingin dibunuh oleh kaum musyrikin yang dipimpin oleh khalid bin walid yang ketika itu khalid bin walid belum masuk islam,,beberapa dari kaum musyirikin pada waktu itu memisahkan diri dari peperangan dan mereka mencari rasulullah dengan berniat untuk membunuhnya. Rasulullah pada saat itu didampingi oleh Talhah bin ubaidillah..dan ketika mereka menemukan rasullah dan Talhah,,mereka langsung menyerang Rasulullah dengan melepaskan anak panah yang sasarannya adalah rasul,,,Dengan segera Talhah bin ubaidillah maju dan menutupi tubuh Rasulullah dengan tubuhnya dengan lantang ia mengatakan tidak akan kubiarkan Rasulullah terluka sambil membusungkan dadanya kedepan sehingga pada saat itu anak2 panah yang ditembakkan oleh kaum musyirikin tadi mengenai dada Talhah bin ubaidillah...beberapa anak panahpun tertancap didada Talhah bin ubaidillah,,melihat situasi seperti itu seseorang dari kaum musyirikin maju dengan maksud menyerang Rasulullah, ia pun mengibaskan pedangnya dengan sasaran adalah Rasul tapi,,seketika itu juga Talhah bin ubaidillah menyambut pedang tadi dengan tangannya sehingga jari-jari Talhah bin ubaidillahpun putus,,dan tidak disangka ada seseorang kaum musyirikin lagi yang menyerang dari samping dengan mengayun-ayunkan mata rantai sehingga tidak terelakkan lagi rasulpun terkena rantai tadi sehingga beberapa mata rantai tertancap di pipi rasullah . Melihat keadaan seperti ini Allahpun mengirim malaikat untuk menolong rasul dan Talhah ,,dengan seketika kaum musyirikin yang menyerang rasul tadi keheranan setelah melihat tangan kawannya putus sendiri..dan merekapun pergi,,,setelah itu dengan tubuh yang terkena anak panah dan jari yang putus Talhah bin ubaidillah melihat darah mengalir dipipi rasul karna terkena ayunan rantai tadi dan ia pun menangis. Dan ketika rasul ingin mencabut mata rantai yang tertancap di pipi rasul tadi Talhah bin ubaidillah pun langsung mengatakan biarkan gigi saya saja ya rasul yang melepaskannya sehingga engkau tidak akan merasa sakit..Dan Talhah bin ubaidillahpun melepaskan mata rantai itu (dua buah mata rantai yang tertancap di pipi rasul) dengan giginya dan ketika satu mata rantai lepas giginyapun tanggal satu begitu juga yang keduanya..sehingga mata rantai terlepas semua dan gigi Talhah bin ubaidillahpun tanggal 2 buah..

Kemudian dia adalah Ukasyah ra.. Waktu itu wahyu terakhir kepada rasul telah turun dan tanda-tanda perpisahan dengan Rasulullah telah terlihat dengan rasul telah sakit-sakitan. Dengan itu rasulpun mengumpulkan semua sahabat untuk bertemu dengannya,,setelah semua sudah terkumpul. Ya Rasulullah kata Abu bakar ra. �apakah dengan turunnya ayat terakhir ini maka membawa tanda bahwa waktu wafatmu telah dekat, Adakah ini benar ya Rasulullah ?�. Lalu Rasulullah SAW berkata :�Semua yang dikatakan oleh Abu bakar ra. Adalah benar, dan sesungguhnya waktu untuk aku meninggalkan kamu semua telah dekat�. Sehingga para sahabat yang hadir disana serentak menangis mendengar perkataan Rasulullah..Lalu Rasulullah mengatakan seandainya saya mempunyai kesalahan dengan kalian maka sekarang saatnya kalian boleh mengqishashku(membalas)..suasanapun menjadi hening hanya suara tangisan Abu bakar yang masih terdengar ,,,lalu keheningan tersebut pecah ketika Ukasyah ra. Berkata kepada Rasulullah, �Ya Rasulullah waktu itu ketika Rasulullah ingin memukul unta baginda dengan tongkat, tapi ketika tongkat itu Rasullah ayunkan kebelakang dan tongkat itu mengenai tulang rusukku kata Ukasyah ra, oleh karna itu saya hendak tahu apakah anda sengaja memukul saya atau hendak memukul unta baginda.� Rasulullah SAW berkata: �Wahai Ukasyah ra. Saya sengaja memukul kamu�. Kemudian Rasulullah SAW berkata kepada Bilal ra, �Wahai bilal, kamu pergi kerumah Fathimah dan ambilkan tongkatku kemari.� Bilal pun keluar dari masjid menuju kerumah Fathimah sambil meletakkan tangannya di atas kepala dengan berkata, �Rasulullah SAW telah menyediakan dirinya untuk dibalas(diqishash).� Setelah Bilal sampai di rumah Fathimah maka Bilalpun memberi salam dan mengetuk pintu kemudian Fathimah ra. Menyahut dengan berkata: �Siapakah di pintu?�. Lalu Bilal ra. Berkata: �saya Bilal, saya telah diperintahkan oleh Rasulullah SAW untuk mengambil tongkat beliau.� Kemudian Fathimah ra. Berkata :� Wahai Bilal, untuk apa ayahku minta tongkatnya.� Berkata Bilal ra.: �Wahai Fathimah Rasulullah SAW telah menyediakan dirinya untuk diqishash.� Bertanya Fathimah ra. lagi: "Wahai Bilal, siapakah manusia yang sampai hatinya untuk menqishash Rasulullah SAW?" Bilal ra. tidak menjawab perlanyaan Fathimah ra., Setelah Fathimah ra. Memberikan tongkat tersebut, maka Bilal pun membawa tongkat itu kepada Rasulullah SAW Setelah Rasulullah SAW menerima tongkat tersebut dari Bilal ra. maka beliau pun menyerahkan kepada 'Ukasyah.
Melihatkan hal yang demikian maka Abu Bakar ra. dan Umar ra. tampil ke depan sambil berkata: "Wahai 'Ukasyah, janganlah kamu qishash baginda SAW tetapi kamu qishashlah kami berdua." Apabila Rasulullah SAW mendengar kata-kata Abu Bakar ra. dan Umar ra. maka dengan segera beliau berkata: "Wahai Abu Bakar, Umar duduklah kamu berdua, sesungguhnya Allah SWT telah menetapkan tempatnya untuk kamu berdua." Kemudian Ali ra. bangun, lalu berkata, "Wahai 'Ukasyah! Aku adalah orang yang senantiasa berada di samping Rasulullah SAW oleh itu kamu pukullah aku dan janganlah kamu menqishash Rasulullah SAW" Lalu Rasultillah SAW berkata, "Wahai Ali duduklah kamu, sesungguhnya Allah SWT telah menetapkan tempatmu dan mengetahui isi hatimu." Setelah itu Hasan dan Husin bangun dengan berkata: "Wahai 'Ukasyah, bukankah kamu tidak tahu bahwa kami ini adalah cucu Rasulullah SAW, kalau kamu menqishash kami sama dengan kamu menqishash Rasulullah SAW" Mendengar kata-kata cucunya Rasulullah SAW pun berkata,
"Wahai buah hatiku duduklah kamu berdua." Berkata Rasulullah SAW "Wahai 'Ukasyah pukullah saya kalau kamu hendak memukul."
Kemudian 'Ukasyah berkata: "Ya Rasulullah SAW, anda telah memukul saya sewaktu saya tidak memakai baju." Maka Rasulullah SAW pun membuka baju. Setelah Rasulullah SAW membuka baju maka Ukasyah langsung memeluk dan mencium tubuh Rasulullah SAW,, Ukasyah berkata ya Rasul biarkan tubuhku yang hina ini menyentuh tubuhmu yang suci ini untuk terakhir kalinya.."Saya tebus anda dengan jiwa saya ya Rasulullah SAW, siapakah yang sanggup memukul anda.� Sehingga menangislah semua yang hadir.
Saya melakukan begini adalah sebab saya ingin menyentuh badan anda yang dimuliakan oleh Allah SWT dengan badan saya. Dan Allah SWT menjaga saya dari neraka dengan kehormatanmu."
Kemudian Rasulullah SAW berkata, "Dengarlah kamu sekalian, sekiranya kamu hendak melihat ahli syurga, inilah orangnya." Kemudian semua para jemaah bersalam-salaman atas kegembiraan mereka terhadap peristiwa yang sangat genting itu. Setelah itu para jemaah pun berkata, "Wahai 'Ukasyah, inilah keuntungan yang paling besar bagimu, engkau telah memperolehi derajat yang tinggi dan bertemankan Rasulullah SAW di dalam syurga."

Lalu Umar bin khattab yang pada waktu ia mendengar kabar bahwa Rasulullah SAW telah meninggal..Iapun keluar dari rumah dengan membawa pedang dan berkata :�Siapa saja yang mengatakan Rasulullah SAW telah wafat maka saya akan penggal lehernya.�,,padahal pada waktu itu Rasulullah SAW benar-benar telah wafat..dan sebenarnya Umar pun sudah tahu karna ia sebelumnya sudah melihat tanda-tanda bahwa Rasulullah SAW akan meninggal..Tetapi karna rasa cintanya yang begitu besar kepada Rasulullah SAW ia tidak sanggup untuk berpisah dengan Rasulullah SAW. Dan setelah Umar dinasehati oleh Abu bakar tentang hal ini maka Umarpun menerima perpisahan ini.

Kemudian sihitam yang luar biasa dia adalah Bilal ra. Waktu itu Bilal ra. Sudah sakit berat. Didalam sakitnya ia selalu didampingi oleh istrinya,,hingga sakaratul mautpun menjemput,,,ketika Bilal ra. Hendak dicabut nyawanya dan sakaratul maut pun telah mendekat. Istri bilal pun menangis,,Tapi bilal tersenyum dan berkata :� Wahai istriku kamu tidak usah bersedih karna sesungguhnya inilah saat2 yang kutunggu�. Lalu istrinya berkata:� kenapa begitu?�...dan Bilalpun menjawab �Karna saat pertemuanku dengan Rasulullah SAW telah dekat,,aku sangat rindu padanya.�

�Subhanallah�,,Sungguh Luar biasa cinta para sahabat kepada Rasulullah SAW,,,semoga kita sebagai umat Rasulullah SAW dapat mengaplikasikan cinta kita dengan banyak-banyak bershalawat dan melaksanakan sunnahnya. Amin....

Lihat artikel yang terkait :
KISAH TELADAN KITA RASULULLAH MUHAMMAD SAW
Continue Reading »